Rabu, 14 Januari 2015

Contoh Kasus Fraud dan Abuse

Tugas II


1. KERETA API KOMUTER
Pak Hadi bekerja sebagai petugas pengecekan karcis kereta api Komuter jurusan Surabaya Sidoarjo. Pekerjaan sehari – hari pak Hadi adalah memberi tanda untuk setiap karcis bagi penumpang kereta api tersebut. Bagi yang kedapatan tidak bisa menunjukkan karcis maka harus membayar dua kali tarif yang seharusnya atau harus turun di stasiun terdekat. Misalnya tarif sebarusnya Rp. 2.000,00 maka apabila tidak membawa karcis maka harus membayar Rp. 4.000,00 dan kepada penumpang tersebut diberikan karcis penganti yang disebut “Suplisi”. Suplisi diberikan sebagai bukti bahwa penumpang tersebut telah membayar jasa kereta api ditambah denda. Pada suatu saat Pak Hadi menjumpai penumpang yang tidak membawa karcis, karena kedapatan tidak membawa karcis maka penumpang tadi langsung memberikan uang sebesar Rp. 2.000,00 sebesar karcis penumpang biasa. Oleh pak Hadi uang tersebut diterima dan kepada penumpang tersebut tidak  tidak diturunkan di stasiun terdekat, dan tidak diberikan Suplisi.


2. Kasus PT Era Property
PT Era Property bergerak dibidang broker property dengan mendapat penghasilan berupa fee atas tanah/bangunan yang dijualkannya yaitu sebesar 2%. Sumarno adalah seorang broker pada PT Era Property dengan gaji berupa komisi 40% dari fee yang diterima perusahaan atas penjualan tanah/bangunan, sebagai broker yang  berpengalaman suatu ketika dia diminta oleh pamannya bernama Manteb untuk mencarikan tanah diwilayah Sidoarjo untuk dijadikan pabrik plastik. Setelah menjelaskan persyaratan dan feenya yang harus dibayar Manteb, Sumarno kemudian memberikan beberapa pilihan tentang lokasi tanah yang diminta, sehingga Manteb tertuju pada sebidang tanah di Krian milik Hamdi. Namun atas tanah tsb sudah ada yang menawar Rp. 2 Milyar tetapi Sumarno minta Rp. 2,5 Milyar, sehingga disarankan agar Manteb menawar di atas Rp. 2 Milyar, tetapi Manteb berpesan kepada Sumarno bahwa dia bersedia menawar sedikit di atas penawar I, dan jika penawar I meningkatkan tawaran agar memberitahu ke Manteb sehingga dia bisa menawar sedikit di atas penawar I. Pada suatu ketika penawar I meningkatkan tawaran menjadi Rp. 2.200.000.000,-. Sumarno langsung memberitahukan kepada Manteb untuk membeli di atas Rp. 2,2 M. Tetapi masalah timbul ketika pemilik tanah tidak bersedia menjual dibawah Rp. 2,5 Milyar, tetapi dari diplomasi Sumarno akhirnya penjual mau menjual Rp. 2,2 Milyar. Akhirnya Manteb bersedia membeli tanah sebesar Rp. 2.210.000.000,-. Sehingga perusahaan menerima fee sebesar 5 % (Rp. 44.200.000,-) dan Sumarno mendapat komisi 40% (17.680.000,-).

3. KASUS PT X
Sebuah perusahaan bergerak dibidang industri alat rumah tangga, dalam menjalankan usahanya terletak di Surabaya. Perusahaan tersebut memiliki pegawai sekitar 600 orang yang terbagi dalam beberapa devisi, untuk devisi pembelian terdapat 4 orang, penjualan 15 orang dan administrasi lainnya 20 orang dan sisanya bagian produksi. Antok adalah pegawai bagian pembelian. Segala pembelian harus masuk melewati Antok dan tentunya untuk penagihan juga harus persetujuan Antok. Karena Antok bertugas di bagian pembelian, beberapa supplier mempercayakan penagihannya kepada Antok, ada supplier bernama Awang setuju bahwa setiap pembayaran akan dilakukan setelah 3 bulan sejak pengiriman barang. Kemudian Antok berusaha menagihkan uang supplier (Awang) tersebut kepada PT X tempatnya bekerja dan ternyata uang supplier tersebut sudah dibayarkan oleh PT X untuk diberikan ke Supplier dua bulan setelah pengiriman barang. Kemudian Antok memberikannya ke Awang sebulan setelah pencairan tersebut. Awang tidak merasa dirugikan karena uang tetap cair dalam jangka 3 bulan, walaupun uang tersebut sudah cair sebulan sebelumnya, tetapi masih di tangan Antok.

4.  Kasus PT Honda Motor
PT Honda Motor merupakan dealer sepeda motor Yamaha. Dalam penjualannya dibatu oleh beberapa sales. Perusahaan menetapkan bahwa gaji sales berupa gaji pokok sebesar Rp. 300.000,- ditambah Bonus yang dihitung dari jumlah penjualan yang dilakukan. Pada suatu hari saya membeli sebuah sepeda motor merk Yamaha ke Dealer PT Honda Motor.  Berdasarkan price list, saya tertarik membeli sebuah sepeda motor Mio. Harga di price list tersebut sebesar Rp. 10.500.000,- on the road. Tetapi saya coba untuk menanyakan kepada seorang sales bernama Djoko, apakah harga tersebut bisa kurang, setelah negosiasi beberapa saat akhirnya disepakati harga sebesar Rp. 10.250.000,- tetapi dengan satu syarat bahwa kwitansi dan bukti pembayarannya tetap sebesar Rp. 10.500.000,-. Akhirnya saya menyanggupinya dengan membayar Rp. 10.250.000,- dan memperoleh kwitansi Rp. 10.500.000,-.

5. KASUS PENGGELAPAN UANG DI PT ASIAN AGRI ABADI OILS & FATS LTD
Sebenarnya saat ini, berita yang sedang marak adalah kasus mengenai penggelapan pajak yang dilakukan oleh Asian Agri Group (Asian Agri). Modus operandi yang dilakukan oleh Asian Agri adalah dengan cara menggelembungkan biaya perusahaan sebesar Rp. 1,5 tiliun, membengkakkan kerugian transaksi ekspor sebesar Rp. 232 Miliar, serta mengecilkan hasil penjualan sebesar Rp. 889 miliar. Hal tersebut menyebutkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya fiktif dan mengakibatkan kerugian untuk negara yang untuk sementara diperkirakan mencapai 30% dari total biaya fiktif yang mencapai Rp. 2,62 triliun atau sebesar Rp. 786,3 miliar.
Kasus dugaan penggelapan pajak Asian Agri tersebut di atas di ungkapkan oleh karyawannya, Vincentius Amin Sutanto(vincent), karena Asian Agri terus mengejar Vincent atas kasus penggelapan uang Asian Agri sebesar Rp. USD 3,1 juta atau sekitar Rp. 30 miliar. Vincent adalah mantan Financial Controller Asian Agri Group – induk usaha terbesar kedua di Grup Raja Garuda Mas (RGM), milik Sukanto Tanoto- orang terkaya di Indonesia tahun 2006 versi majalah forbes. Asian Agri bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, coklat, dan karet.
Modus operandi yang dilakukan Vincent, yang merupakan otak pelaku kejahatan, adalah dengan mendirikan PT fiktif dan rekening fiktif. Dia bekerja sama dengan kedua temannya yang dikenalnya ketika mengambil gelas MBA di Amerika, yaitu Hendri Susilo dan AFS yang membuat akta pendirian perusahaan yaitu PT Asian Agri Jaya dan PT Asian Agri Utama. Vincent berjanji akan memberikan 10% keuntungan kepada temannya tersebut. Perusahaan tersebut kemudian membuka rekening di sebuah bank di Indonesia yang digunakan untuk menampung uang hasil kejahatannya. Pada tanggal 13 November 2006, Vincent membuat dua lembar aplikasi pengiriman uang PT Asian Agri Oils and Fats Ltd, yang tersimpan di rekening Fortis  Bank Singapore. Surat itu berisi permintaan agar bank mentransfer USD 1,2 juta ke rekening PT Asian Agri Utama dan USD 1,9 juta ke rekening PT Asia Agri Jaya di Panin Bank. Aplikasi ini dibuat dan ditandatangani Vincent dengan memalsukan tanta tangan dua pejabat tingi perusahaan di Singapura. Kemudian pada tangga 15 November 2006, uang tersebut ditransfer ke rekening Bank Panin milik PT Asian Agri Jaya yang didirikan oleh Hendri. Sehari kemudian perusahaan di Singapura mengecek transfer tadi, ternyata anak perusahaan di Jakarta tidak menerima uang tersebut, yang menerima malah perusahaan lain (yang didirikan Hendri). Kemudian Asian Agri pun melaporkan keganjilan tersebut kepada polisi dan rekening untuk penampung transfer tersebut ketahuan dan diblokir, padahal Vincent baru mengambil Rp. 200 juta.
Asian Agri yang dibantu polisi, sudah keburu mengendus aksinya dan melakukan pengejaran, Vincent lalu melarikan diri ke Singapura. Sebagai salah satu akuntan top di Asian Agri, Vincent memiliki banyak dokumen penting yang hendak dijadikan senjata agar pihak Asian Agri mau mengampuninya dan tidak membawa kasus tersebut ke polisi. Namun, pihak Asian Agri terus mengejarnya, akhirnya Vincent memutuskan untuk menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya dan melaporkan kasus dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh Asian Agri, sehingga pihak Asian Agri pun harus berurusan dengan polisi dan Direktorat Jenderal Pajak.

Analisis SWOT terhadap kepribadian diri sendiri

 Tugas I

Nama saya Vierena Tirza Dwivantiara. Saya adalah seorang Mahasiswi Jurusan Akuntansi semester 7 di Universitas Gunadarma. Saya akan bercerita sedikit mengenai alasan saya mengapa saya memilh untuk melanjutkan pendidikan di bidang yang saya pilih ini. Awalnya saya menjadikan bidang ekonomi sebagai pilihan kedua dalam pertimbangan saya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Dan sebelumnya sama sekali tidak terpikir dalam benak saya bahwa saya akan berkuliah di perguruan tinggi swasta. Saya mencoba berbagai usaha untuk bisa lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri. Usaha saya tidak sia-sia, karena pada akhirnya saya dapat meraih salah satu kursi di PTN di Bali dengan bidang jurusan hukum.
            Orang tua dan keluarga saya tentu bangga dengan apa yang sudah saya raih. Kamipun memulai segala administrasi yang diperlukan untuk saya dapat menjadi Mahasiswi resmi di Universitas Udayana. Namun Tuhan berkehendak lain. Seminggu setelah orang tua saya melakukan pembayaran, saudara saya yang sebelumnya akan menampung saya selama tinggal di Bali ternyata harus pindah ke Florida karena urusan pekerjaannya. Orang tua saya tentu kecewa, terlebih lagi saya. Orang tua dan keluarga saya khawatir jika saya harus tinggal di Bali tanpa satupun sanak saudara yang kenal tinggal bersama saya. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, dengan berat hati orang tua saya membatalkan keputusan mereka untuk menguliahkan saya di Universitas Udayana.
            Saya sendiri frustasi karena semua ujian masuk perguruan tinggi negri sudah ditutup. Karena alasan yang demikian, akhirnya sayapun didaftarkan di Univeritas Gunadarma jurusan Akuntansi. Memang, awalnya saya sangat terpaksa kuliah di Universitas Gunadarma. Dua semester saya jalani tanpa niat dan tekad yang penuh. Namun semua hanya terjadi sampai semester dua. Saat semester tiga, saya mendaftarkan diri sebagai anggota BEM Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma dan saya lolos. Dengan menjadi pengurus BEM saya banyak sekali mendapat pengalaman selama masa perkuliahan.
            Itulah sedikit cerita mengenai saya, dan saat ini saya akan mencoba menganalisis kemampuan diri saya melalui analisis SWOT dan dengan faktor-faktor yang terjadi selama saya menjalani perkuliahan di Universitas Gunadarma. Sebelumnya tentu kita juga harus memahami apa yang dimaksud dengan analisis SWOT.
            Setiap orang memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa. Namun dibutuhkan jangka waktu lama untuk mencapai semua hal yang mampu dikerjakan. Sayangnya, manusia hanya punya satu kesempatan saja dalam hidup ini karena waktu terus berjalan dan tak bisa kembali.
Menurut saya, otak merupakan potensi dan kemampuan yang luar biasa dimiliki oleh setiap orang. Jelas, kekuatan yang dianugerahkan Tuhan kepada saya berupa otak ini dapat berfungsi mengolah data dari berbagai masukkan kegiatan atau pengalaman sebelumnya, otak selalu memproses data yang ada didalam kemudian menginterpretasikan kembali data masukan tersebut menjadi sebuah kegiatan atau perbuatan yang bisa mendatangkan timbal-balik yang bagus berupa prestasi. Kehebatan dari kekuatan otak dapat mengontrol diri dari kelemahan yang saya miliki sehingga menjadi sebuah otomatisasi tertanam dalam pola pikir khusus menuju perubahan. kata kunci dari kesuksesan adalah perubahan, kenapa saya katakan demikian? Karena mulai dari bahan baku kelemahan/ketakutan yang diproduksi bayangan masa lalu dirubah oleh otak menjadi sebuah produk aksi yang luar biasa sebagai alat untuk mencapai prestasi yang kita cita-citakan dari mengoptimalkan setiap peluang yang ada.
Singkatnya, SWOT merupakan akronim dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (kesempatan) dan Threat (hambatan/ancaman). Analisis SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan oleh Albert Humprey pada dasawarsa 1960-1970an. Analisis SWOT digunakan untuk menghadapi segala ancaman dan hambatan di masa yang akan datang serta untuk mempersiapkan diri dari berbagai perubahan sosial yang ada agar sesuai dengan harapan dan cita-cita kita. Secara ilmiah analisis SWOT juga diartikan sebagai metode atau cara untuk menggambarkan kondisi atau mengidentifikasi masalah berdasarkan faktor internal maupun faktor eksternal. Analisis SWOT menggambarkan apa yang terjadi, bukan sebagai pemecah masalah. Saya akan mencoba untuk menganalisis SWOT yang ada pada diri saya mulai dari sekarang hingga setahun ke depan. Apa saja potensi yang bisa berpengaruh pada karir atau aktivitas serta hambatan-hambatan yang ada ke depan agar saya bisa mempersiapkan diri lebih baik. Tujuan utama saya dalam setahun ke depan  adalah lulus kuliah dengan nilai cumlaude. Dengan nilai cumlaude dan lulus tepat waktu saya berharap dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai potensi dan tentunya sesuai dengan harapan serta cita-cita saya. Sehingga saya dapat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan membahagiakan kedua orang tua saya pastinya.
1.      Strengths (kekuatan)
MMerupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam seseoramg,organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Kekuatan untuk sekarang :
1. Menguasai pembukuan akuntansi
2. Senang bergaul ke hal yang positif
3. Selalu ramah terhadap teman
4. Bertanggung jawab
5. Memiliki pengalaman organisasi yang cukup banyak
6. Memiliki kemampuan memimpin yang sudah terbukti
7. Mampu berkomunikasi dengan baik di depan umum

2. Weakness (kelemahan)
erupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam seseorang,organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Kelemahan untuk sekarang :
1. Kurang pandai membuat skala prioritas
2. Kurang tekun belajar Bahasa Inggris
3. Egois
4. Tidak mudah mempercayakan pekerjaan kepada orang lain

3. Opportunities (peluang)
Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
Peluang yang ada :
1. Tawaran untuk bekerja di bidang Relationship dan Organizing
2. Mempunyai banyak relasi untuk bekerja
3. Menjadi wirausahawan
4. Perancang suatu program dalam bisnis

4. Threats (ancaman)
Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Ancaman dan hambatan yang ada :
1. Kurangnya tenaga kerja yang terampil
2. Persaingan yang semakin ketat
3. Maraknya tindakan korupsi

STRATEGI :

1. Strengths (kekuatan) : 
* Lebih giat belajar
* Lebih bertanggung jawab lagi
* Selalu mengikuti kegiatan dan bergaul dalam sesuatu yang positif

2. Weakness (kelemahan) :
* Lebih mengasah kemampuan bekerja sama dengan orang lain
* Lebih bisa mengatur waktu
* Mengikuti les Bahasa Inggris
3. Opportunities (peluang) :
* Menciptakan suatu lapangan kerja
* Menggeluti dunia event organizing

4. Threats (ancaman) :

* Teliti dalam menerima tenaga kerja
* Melakukan pengawasan yang ada dalam perusahaan

Rabu, 11 Juni 2014

How to Quickly Learn English with 3 Easy Steps

An easy way to learn English - Maybe you are looking for a lot on how to quickly learn English and how to speak, write, and memorize all the rules of grammar in English. Learn English much make students frustrated, because they do not know how the right method. As a result, the learning they do of course in vain and do not produce results significantly.
In a quick way to learn English, there are actually only three easy steps that you can apply and produce good results. The steps we will describe briefly below.
Ø  Focus on not only the input and output
Most students and teachers of English provides an understanding that the key lies in the mastery of the language written and spoken. Indeed, it is not wrong because a lot of people who directly practice speaking boldly, he will get used and then gain the ability to speak English well.
But for faster, one should also hone the ability to hear. The ability to listen is one of the keys to success in learning English. For that you have to spend countless hours to listen to English songs, English subtitles, and of course the English-language film.
By listening to a variety of words in the English language for a long time, the ability to listen can be increased considerably. Surprisingly, you will also improve by leaps and bounds in the context of speaking. The situation has been proven and then, you should be the next person to prove this.
Ø  Grammar is important, but do not be too charged
Grammar is important for you as a student. Why is that? Because the status of English in Indonesia is a foreign language, not the native language, or a second language. Thus, the grammar is a must to learn.
However, do not think of grammar as a load that requires you to adjust it as perfect as possible. In terms of writing, grammar is important of course, but in speaking English, we can provide a bit of tolerance with grammatical mistakes or grammar. However, the intent of the words we utter should be kept clear.
Grammar is important, but not to beat our courage to express in English.
Ø  Repeat and then go slow
The key in a quick way to learn English is to slow down and keep repeating. At school, students read the text too fast then the teacher provides materials with an attitude as if overtaken by time. As a result of understanding is often not optimal. Students will only get short-term memory and the teacher is difficult to succeed in teaching.
A study shows that repetition is performed continuously and in a slower tempo will result in better learning achievements. Students must obtain materials with repeatability up to a dozen times. With the repetition, then formed a long-term memory. Then, the students were able to learn English better, and certainly effective.

That's 3 major steps in a quick way to learn English. Good luck and may you succeed

News : "Man opens fire on Americans in Kabul; 9 dead"

Eight U.S. service members and an American civilian contractor were killed Wednesday in a shooting at an Afghan air force compound in Kabul, officials said.

The NATO-led International Security Assistance Force in Afghanistan said an Afghan military pilot opened fire on international troops, sparking a "gunfight." The Taliban, however, claimed responsibility for the attack and said it had been working with the shooter for some time -- an assertion that NATO denied.

The shooting started at the Afghan national air force compound at North Kabul International Airport after an argument between an Afghan pilot and an international colleague, officials said. The NATO-led force said an Afghan military pilot opened fire on international trainers and a "gunfight" ensued.

"A 50-year-old man opened fire at armed U.S. military soldiers inside the airport after an argument between them turned serious," said Col. Baha Dur, chief of public relations for the Afghan National Army at Kabul military airport.

NATO said the confrontation took place at 10:25 a.m. at the airport, where a quick reaction force responded to a "small arms fire incident." The airport is home to NATO Air Training Command Afghanistan.

Afghan President Hamid Karzai condemned the killings "by an Afghan military pilot."

Zaher Azimi, a spokesman for the Afghan Defense Ministry, said the killings upset Defense Minister Abdul Rahim Wardak and that "he shares the pain with the families of the victims."

Despite the account by international troops, a Taliban spokesman said a man named Azizullah was responsible.

"One suicide attacker ... managed to attack an Afghan military unit and has managed to kill many Afghan and international soldiers," Taliban spokesman Zabiullah Mujahid said.

The Taliban said the man killed nine foreigners and five Afghans before being killed by the Afghan army.

"We had worked hard on this plan for a long time," Mujahid told CNN. "He was cooperating with us since long time and he was providing us information about military air operations for a long time."

NATO disputed the Taliban claim.

"We do not know why it started but there is no indication that a suicide bomber was involved and there are no reports that someone managed to get into the base to do this," the NATO-led force said in a statement.

The Taliban has claimed responsibility for previous conflicts between NATO service members and members of the Afghan military. CNN could not independently verify the group's claims.

The Taliban said the man was once a pilot in an Afghan regime in the late 1980s and early 1990s.

"Since the current Afghan air forces have no planes so, he was just going to Kabul airport to show up and earn his salary for a long time," Mujahid told CNN.

The man "was holding the rank of colonel at the time and he had an AK-47 with him. After his bullets were finished, then he was shot to death by armed forces," Mujahid told CNN.

There was confusion about the death toll. The NATO-led force initially said six service members were killed. It raised that toll to nine but backed away temporarily before saying again that the shooting killed nine people -- eight international service members and a civilian contractor. The Pentagon confirmed that all were Americans.

Violence between Afghan forces and NATO troops is a matter of extreme concern for NATO officials, and it is growing in frequency.

There have been 36 NATO deaths in the past two years attributed to attacks by people perceived to be Afghan soldiers or police. Officials fear that the increasing frequency of the attacks could undermine trust between NATO troops and the Afghans they are working hard to prepare so they can eventually take over security in the country.

The Taliban's claim that the Afghan gunman was their recruit follows a now familiar pattern of the insurgency stating that attacks are theirs, even though NATO later suggests the gunman was acting out of personal motivation.

Out of 16 incidents of Afghan forces shooting NATO personnel that NATO has investigated, eight have been determined to be motivated by combat stress on the part of the Afghan attacker. The other eight investigations are undetermined.

English Assigment

Confusing words – 1
Choose the correct word for each sentence.
Note: Answer is the one that underlined.
  1. She works for an advertisement/advertisingagency.
  2. How will the increase in interest rates affect/effect your sales?
  3. My bank manager has agreed to borrow/lendme another $2,000.
  4. We’ve had to cancel/postponethe meeting until next Monday.
  5. These machines are controlled/inspected at least once a day.
  6. My plane was delayed/postponed by an hour due to computer failure.
  7. Before coming here, I studied economics/economy at university.
  8. I am interested/interesting in their new camera.
  9. She applied for a job/work as a personnel officer.
  10. Some employees have a long journey/travel to work every day.
  11.  The cost of life/livinghas gone up again.
  12. Please send precise measurements/measures when ordering.
  13. We expect prices to raise/rise by at least five percent.
  14. We only exchange goods if you produce a receipt/recipe.
  15. I must remember/remindthe boss about that meeting this afternoon.
  16. Can you say/tellthe difference between these two products?
  17. The company is extremely sensible/sensitiveto any criticism.
  18. There’s some more paper in the stationary/stationery cupboard.
Banking Services
commission                 issued                          statement                    credit rating
debited                                    outstanding                 withdraw                     credit transfer
in full                           salaries                                    banker’s draft             financial institutions
interest                                    slip                               cash dispenser             standing order
Bank offers many services to business and their customers. Here are some of the most common:
Many people now have a card which enables them to 1. withdraw money from a 2. cash dispenser. You feed your card into the machine and key in your PIN (personal identification number) and the amount of money you want. If you have enough in your account, the money requested will be 3.issued up to a daily limit. Your account is automatically 4. debited for the amount you have drawn out.
Provided you have a sound 5.credit rating,you can get a credit card from a bank and other 6. financial institution. To obtain goods or services, you present your card and sign a special voucher. When it receives the voucher, the credit card company pays the trader (less a 7. commission) and then send you a monthly 8. slip. Depending on the type of card you have, you will either have to pay 9. in full or be able to pay part of what is owed and pay 10. interest in the balance left 11. statement.
 If you need to make fixed payments at regular intervals, e.g. for insurance premiums, you can arrange a 12. credit transfer (sometimes known as a banker’s order) so that the bank will do this for you.
If you have several bills to pay, you can do this by 13. standing order . You write one cheque for the total sum involved, fill in a 14. Outstanding for each bill and hand everything to the bank cashier.
The transfer system is also used by employers to pay 15. salaries directly into employees’ bank accounts.
If you are dealing with a supplier for the first time, a16. banker’s draftmay be used as payment. This is a cheque guaranteed by a bank and therefore it is not likely to ‘bounce’.
What’s the job?
accountant                              clerk                                        personnel officer
advertising executive             computer operator                 R&D Manager
assembly person                    draughtsperson                       receptionist
chauffeur                               motor mechanic                      salesperson
  1. You will be in charge of a team of highly creative individuals delivering new quality products and enhancing our existing range.
·         Personnel officer
  1. With particular responsibilities for recruitment and selection. Communication skills and a pragmatic approach to problem solving essential.
·         R&D Manager
  1. With mechanical design experience to work as a member of a team producing designs and drawings for production. Experience of our products range is not essential.
·         Draughtperson
  1. Duties include filing, mailing, relief reception and other general office work.
·         Receptionist
  1. Needed for night shift. Clean modern factory. Varied work. Good eyesight essential.
·         Assembly person
  1. Successful applicant will be articulate and presentable. Remuneration includes retainer and car allowance plus commission structure.
·         Salesperson
  1. Reporting directly to Managing Director. You will take over financial control for all aspects of daily operation.
·         Accountant
  1. Sober habits, clean driving licence, able to be on call 7 days per week at times. Uniform supplied.
·         Chauffeur
  1. Must be experienced in the repair and maintenance of heavy duty vehicles. References must be provided from previous employers.
·         Motor mechanic
  1. You are the first person our clients will meet so you need to be friendly, stylish and efficient.
·         Clerk
  1. Some experience in the above-mentioned software is essential but training will be given to the successful applicant.
·         Computer operator
  1. You will be an essential member of an agency responsible for some of the country’s top accounts. You will be responsible for the administration of local and national promotions.
·         Advertising executive



As you were reading the advertisements, did you notice word partnerships such as financial control and communication skills?
Look through the advertisements again and see how many more you can find.
Complete each of the sentences below with a suitable word partnership taken from the advertisements.

  1. We’re looking for new products to add to ourselling list.
  2. She’s an advertising executive of this team. We can’t do without her.
  3. You get more money if you work on the advertising company but it ruins your social life.
  4. He had a very good idea to solving problems.
  5. I didn’t get the job as a driver as I didn’t have a driving license.
  6. My concern are health and safety but I’m also concerned with the general welfare of employees.