Senin, 13 Januari 2014

Debar yang Kembali



Tuhan memberikan keajaiban, yaitu : Cinta pandangan pertama
yang selalu disangsikan banyak orang, termasuk aku.
Di tengah segala hal tersebut, Tuhan menghukum aku.
Aku dibuat berkali-kali mencintai seseorang pada pandangan pertama.
-Christian Sandiego
Christian Sandiego, namaku tertulis di daftar peserta yang diterima dalam Open Recruitment BEM Sanata Darma region Bekasi. Sebagai mahasiswa yang tidak hanya ingin menjadi kupu – kupu alias kuliah-pulang-kuliah-pulang, diterima dalam organisasi bergengsi incaran banyak mahasiswa ini menjadi berkat tersendiri yang pastinya akan mewarnai segala macam aktivitas perkuliahanku. Sudah aku bayangkan bahwa kehidupan perkuliahanku tidak akan membosankan, akan ada banyak pengalaman yang menantiku di waktu depan, dan siapa yang tahu akan ada cerita cinta yang terselip dalam kehidupanku di saat aku berada dalam organisasi ini, who knows?. Aku tersenyum senangAh, perjuanganku tak sia – sia, thank God aku bersyukur dalam hati.
***
Viva Fielicha Stania, namaku tertulis di daftar peserta yang diterima dalam Open Recruitment BEM Sanata Darma region pusat. Baguslah, keisengenku dalam mencoba peruntungan untuk lolos ke dalam organisasi mahasiswa ini berbuah manis. Walau sejujurnya niatanku dalam bergabung dengan organisasi ini bukan hanya semata – mata ingin menjadi aktivis atau memberikan sedikit tuah pada kampusku.Melainkan, percobaan untuk mencari kesibukan agar segala macam pikiran dan perasaanku teralihkan dari masa lalu yang begitu pahit. Ya, pahit! Hingga membuatku membangun tembok tebal pembatas antara ruang cintaku dengan para pengisinya.Setidaknya aku akan melupakan dia secepatnya seloroh batinku.
***
“Chris, acara job fair nanti keuangannya tolong laporin ke gue ya!,” pinta seorang perempuan yang parasnya sedari awal rapat perdana BEM membuat hatiku kikuk.
“Iya Ndra, nanti gue minta koordinator perlengkapan laporin pengeluaran dulu, nanti baru gue report ke elo,” balasku mencoba untuk tenang mengendalikan hati yang terlanjur salah tingkah.
“Okay, ditunggu,” ucapnya singkat dan langsung pergi mengurus hal lain.
Diandra adalah salah satu dari mahasiswa yang namanya tercatat sebagai pendaftar yang diterima masuk dalam BEM Sanata Darma region Bekasi.Otomatis, dia menjadi rekan kerjaku dalam organisasi ini.Sedari awal pertemuan pertama anggota baru, Diandra lah yang mencuri segala pandangan dan perhatian, termasuk juga minat hatiku.Rambut hitam panjang, kerlip mata yang indah, bibirnya kecil yang berwarna merah, dan sedikit lesung pipi yang terpaket lengkap pada wajahnya jelas mengetuk pintu ketertarikan hatiku kepada dirinya. Tapi, apa daya. Segala macam kekagumanku terbentur pada kenyataan, bahwa yang menyukai Diandra tak hanya aku, melainkan sahabatku sendiri di kelas maupun di organisasi ini, Rexy.Aku tak mungkin menikung sahabat sendiri.
***
            “Seriusan lo tolak, Cha?”
“Iya serius, kenapa emangnya?Ngga harus diterima jugakan kalo emang ngga ada rasa?”
“Ah, parah sih lo Cha.Padahal dia perfect banget loh.Lo sih trauma lama masih aja dibawa-bawa.”
Trauma?Aku hanya tersenyum untuk membalas ucapan Mala, sahabat terdekatku di kampus.Dialah diary berjalan yang selama ini selalu menjadi tempat aku menumpahkan semua cerita-ceritaku, khususnya tentang cinta. Dan dari seluruh cerita yang aku sampaikan, hanya satu kata yang menjadi kesimpulannya tentangku: trauma.
Coba bayangkan saja.Empat tahun sudah aku lewati bersama dia, tapi dia tetap tidak mengerti bahwa tidak ada harapan yang dapat aku pertahankan dalam jarak yang terlalu jauh untuk kami jalankan.Janji-janji dan rencana mengenai pertunangan kami setelah kuliahku selesai, sekarang hanya tersisa menjadi luka.Aku kalah melawan waktu dan jarak yang memisahkan kami.Aku putuskan begitu saja hubungan cinta kami secara sepihak karena kini cintanya hanya tinggal bayang-bayang saja dalam hatiku.
            Apa salah aku merasa sepi dan kini sulit untuk membuka hati bagi pria lain? Aku sudah mati rasa menahan segala sakit yang mengoyakkan perasaanku ini.Aku tidak butuh orang baru yang datang untuk membalut luka atau mencoba menyembuhkan, aku tidak butuh itu.Aku hanya butuh sendiri dan mencoba untuk menepi.Melupakan kata “kita” antara aku dan dia yang kini telah mati karena terhempas jarak dan banyaknya janji.
***
            “Chris lo mesti bantuin gue ya deketin Diandra!,” Rexy menggebu – gebu memintaku untuk menolongnya mencari cara untuk menyatakan perasaannya pada Diandra.
            Aku hanya mengangguk – angguk malas dan mencoba untuk menahan segala kesal yang tertahan ketika nama Diandra terluncur jelas dari mulut sahabatku ini. Aku mengerti bahwa tidak salah bila Rexy menyukai Diandra, tidak salah bila Rexy memintaku untuk membantunya menyatakan perasaan, dan tidak salah bila nanti Rexy dan Diandra berpacaran. Yang salah adalah, aku! Aku yang salah karena hanya berani mencintai Diandra diam – diam, aku yang salah karena tak berani mengungkapkan atau setidaknya memberi kode kepada Diandra bahwa aku menyukainya, bahkan aku yang salah karena tidak mem-block rasa suka Rexy terhadap Diandra padahal akupun menyukai perempuan yang sama. Aku yang terlalu takut.
            “Iya Rex, iya…” Aku menjawab sebaik mungkin mengingat bahwa sahabatku sendirilah yang meminta bantuan menunjukkan keberaniannya, bukan seperti aku yang tak punya nyali.
            Tring! handphone Rexy berbunyi, menandakan ada satu chat message masuk.
            Rexy yang terlalu sibuk dengan rencana penembakan terhadap Diandra tidak mengindahkan handphonenya, dia masih terlalu di mabuk cinta dan sangat merasa bahagia.
            Aku mengecek handphone Rexy, membuka fitur chat messenger, dan mendapatkan V. Icha Stania sebagai profile name.
            “Siapa Chris?,”
            “Icha Stania,”
            “Oh, yaudah balas aja. Dia ngomongin Festival Musik bikinan BEM pusat kan ya?,”
            Jujur aku tak mendengar apa yang diucapkan oleh Rexy setelah dia bertanya siapa yang mengirimkan chat message kepadanya. Aku terlalu sibuk melihat profile picture yang sengaja aku buka, dan kini menampilkan sosok wajah perempuan yang sebelumnya tak pernah aku lihat. Aku tersenyum, cantik bisikku dalam hati.
***
Tugas! Aku lupa membawa tugasku untuk mata kuliah Pengantar Bisnis! Sudah seminggu yang lalu Dosen memberikan tugas pribadi kepadaku sebagai pengganti absensiku saat membolos dua kali pertemuan dalam mata kuliahnya.Sudah bagus dikasih kesempatan sekarang aku malah lupa membawa tugasnya, aduh gimana ini!!! Tinggal sepuluh menit lagi sampai jam mata kuliahnya dimulai!, aku menggerutu sendiri dalam hati sambil kebingungan harus berbuat apa. Ketika aku hendak mengeluarkan hand phone untuk menghubungi Mala, tiba-tiba saja aku tersentak oleh teguran seseorang.
“Cha, ngapain disini?Yuk masuk, Bu Eva sebentar lagi masuk.”Seseorang yang sangat kuhapal garis wajahnya ini menegurku dengan lembut.
“Jo, aduh gini Jo…” Aku cemas tidak tau harus berkata apa pada Johan, salah satu teman sekelasku ini.
“Kenapa, Cha?” Tanya Johan menatapku dengan tatapannya yang teduh.
“Hmm gini Jo, lo ingetkan gue udah dua kali absen mata kuliahnya Bu Eva? Gue dikasih kesempatan buat ganti absen gue dengan tugas Jo.Tapi sekarang gue lupa bawa tugasnya. Aduh, gimana nih ya Jo? Gue pasti kena omel deh.”
“Loh Cha! Ayo cepetan kita ambil tugas lo itu!”
“Kita?” kataku seraya menunjuk ke arah Johan dan diriku sendiri.
“Iya, kita! Nggak mungkin kan lo balik ke rumah naik angkot. Makan waktu banyak Cha! Udah mending sekarang lo gue anter ke rumah buat ambil tugas lo itu.”
“Eh tapi, nanti kita...”
Udah Cha, ayo cepetan! Jangan buang waktu!” belum selesai aku berkata-kata, Johan sudah menarikku ke arah parkiran motor.
Dalam perjalanan aku hanya bisa memikirkan bagaimana resiko kalau kami telat. Aku ingat betul peraturan yang diberikan oleh Bu Eva, beliau hanya mengkompromi Mahasiswa yang terlambat lima menit setelah ia masuk kelas. Selebihnya, jangan harap bisa ikut mata kuliahnya pada hari itu.
“Nggak usah takut, Cha.Kita pasti bisa masuk kelas kok.” Johan membuyarkan pikiranku, seolah-olah dia bisa membaca apa yang sedang aku pikirkan.
“Gue Cuma nggak enak aja sama lo, Jo. Gara-gara gue nanti lo bisa ikutan telat juga.”
“Ya ampun, Cha.Apa sih yang ngga buat lo?” Johan tertawa sembari melajukan sepeda motornya dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Johan, pria yang punggungnya ada di hadapanku ini memang selalu menaruh perhatian padaku.Sudah tiga minggu sejak Johan menyatakan perasaannya dan memintaku untuk menjadi kekasihnya, aku menolaknya.Tapi entah mengapa sampai sekarang Johan masih tidak mengubah sikapnya kepadaku.Seperti biasa, aku masih tetap diistimewakannya.Padahal banyak wanita cantik di kampus kami yang mengaguminya, tapi Johan tidak pernah menggubrisnya.“Cinta butuh waktu, Cha.” Itulah yang Johan katakan padaku ketika aku menanyakan alasannya kenapa ia tidak pernah mau meladeni salah satu dari wanita yang mendekatinya.
Ya, cinta butuh waktu.Hal itulah yang juga aku katakan kepada Johan ketika aku menolaknya.Saat itu aku merasa hanya butuh waktu untuk benar-benar bisa melihat Johan sebagai seseorang yang lebih dari sekedar teman.Kalau dijalani beberapa waktu lagi, mungkin aku bisa mencintainya.Kenapa tidak?Johan adalah seseorang yang pantas untuk dicintai dan dimiliki.Dia tegas, pintar, baik, dan tampan.Hampir semua kriteria yang aku inginkan untuk menjadi pacar ada dalam dirinya.Hanya saja, aku tidak merasakan cinta dalam hatiku ketika aku berada di dekatnya. Sejak memutuskan untuk berpisah dengan Yansen, aku memang tidak pernah lagi merasakan debar-debar cinta yang menyenangkan seperti dulu.
“Cha, udah sampai. Buruan ambil tugas lo terus kita ngebut ke kampus”
“Oke” kataku tanpa pikir panjang.
Sesampainya di kampus, betul saja kami telat.Tapi berkat bujukan dan predikat Johan sebagai anak kesayangan Bu Eva, kami berhasil masuk mengikuti mata kuliah Pengantar Bisnis pada hari itu.Ini sudah ke sekian kalinya Johan menyelamatkan absensiku di kelas.Sebetulnya aku bukan termasuk Mahasiswi yang malas masuk kelas.Hanya saja kesibukanku dalam organisasi BEM akhir-akhir ini banyak mengharuskanku untuk meninggalkan kelas untuk sementara.Sebuah Festival musik yang dipercayakan untuk aku ketuai tinggal menghitung hari dan banyak persiapan yang harus aku lakukan untuk kesuksesan acara itu.
***
            “Harus ya kita ikut ke pusat? Males banget Rex,”
            “Udahlah, ikut aja! Dari region kita cuma gue sama elo doang yang diajak. Sekalian juga nanti kita kenalan sama anak – anak pusat.”
Aku sebenarnya malas untuk ikut bersama dengan Rexy.Kenapa? Dia sukses mendapatkan Diandra, dan dengan bangganya dia menceritakan segala macam detil – detil percintaannya yang masih berumur 2 minggu itu kepadaku.
            “Kenapa lo ga sama Diandra aja sih?,” tanyaku masih mencoba untuk berkelit agar tidak usah menemani dia datang ke acara Festival Musik di Sanata Darma pusat.
            “Diandra ngga bisa hari ini, dia lagi pergi sama keluarganya jalan – jalan,”
            Mau tidak mau aku pun harus menemani Rexy ke dalam event akbar BEM Sanata Darma ini. Argh! Semoga saja aku tidak bosan disana kesalku dalam hati.
***
Hari yang aku tunggu akhirnya tiba, Festival Musik di kampusku akhirnya terlaksana.Aku mengundang semua teman-teman dekatku di kampus untuk ikut menghadiri Festival itu dari awal hingga akhir acara.Aku ingin mereka melihat hasil bolosku selama beberapa pekan terakhir ini.Johan juga ada disana, membawa kamera yang menggantung di lehernya. Aku tersenyum padanya, ia langsung memotretku. Di pertengahan acara, Johan memanggilku ke sebuah stand yang menjual berbagai jenis minuman segar. Kami duduk disana sambil menyeruput es buah di kedua tangan kami.
“Gimana Jo acara ini?Seru kan” tanyaku sambil membuka percakapan kami.
“Seru, Cha. Lo berhasil” senyum Johan merekah.Manis sekali. Tapi entah mengapa, sampai saat ini senyum Johan masih tidak menimbulkan reaksi apapun dalam diriku.
“Cha, sampai saat ini masih Cuma lo yang ada di pikiran gue.”Johan berkata lembut, sambil menatapku. Ah, otakku langsung berpikir kemana muara arah pembicaraan ini, “Apa nggak bisa lo coba untuk menerima gue?”.
Nah kan! Betul tebakanku, pikirku dalam hati.Johan masih mengupayakan perasaannya.
Aku memalingkan wajahku dari tatapan mata Johan yang memelas.Tepat di saat aku memalingkan wajah, aku menangkap sepasang mata sedang melihat ke arahku tajam. Seorang pria dengan setelan kaos dan blue jeans yang berdiri di antara kerumunan orang-orang itu menatap aku dengan cara yang tak biasa. Darahku berdesir.Apa ini?aku memikirkan perasaan aneh yang tiba-tiba merasuk masuk ke dalam diriku. Degup jantungku berdetak lebih cepat. Aku pernah merasakan ini, ketika Yansen menggenggam erat tanganku di Airport saat ia hendak pergi ke Jerman, untuk melanjutkan kuliahnya. Saat itu aku masih mencintainya. 
“Cha, jadi bagaimana” Tanya Johan untuk ketiga kalinya
Aku membalas pertanyaan Johan dengan senyuman, aku tau betul isi hatiku, aku tidak mencintainya.
            “Jo, sekali lagi.Maaf.”Aku kembali tersenyum sebelum melanjutkan kata-kataku.“Gue nggak bisa nerima lo, lo teman yang baik buat gue.”
***
Aku memperhatikan gadis itu, senyumnya, lekukan wajahnya, tatapan matanya. Ah, gadis itu indah. Sayang sekali tatapan mata dan senyumannya tidak ditujukan kepadaku.Gadis itu tersenyum pada pria tampan yang duduk di hadapannya.Kalau boleh kutebak, mungkin pria itu adalah pacarnya.Apa yang mereka bicarakan? Kalau kulihat dari raut wajah pria yang terus berbicara itu sepertinya pembicaraan mereka adalah sesuatu yang serius.Entahlah, itu bukan urusanku.Aku jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menemani Rexy dan mengenal lebih dekat lagi rekan kerjaku yang berada di kampus pusat.Tapi!Argh siapa gadis itu?.
“Rex, itu siapa? Anak BEM bukan?,” tanyaku menarik tangan Rexy sambil menunjuk ke arah tempat gadis itu berada.
“Mana? Yang di stand minuman itu?,” Rexy membaca arah telunjukku, “yang ngalungin SLR kalau ga salah namanya Johan, yang di sampingnya itu si Icha,” tandas Rexy mengenali kedua orang yang aku tunjuk tersebut.
***
Aku berlari melewati kerumunan orang banyak yang asik terbawa alunan lagu yang dimainkan oleh bintang tamu kami.Aku berusaha menyelinap di antara kerumunan orang banyak untuk bisa menuju ke tenda di dekat panggung tempat panitia berkumpul.
“Cha, kemana aja dari tadi?”Mala menepuk bahuku.
            “Eh, lo Mal. Tadi gue ngobrol sama Johan sebentar di sana,” kataku sambil menunjuk ke arah stand penjualan minuman. Aku lihat Johan masih duduk di sana ditemani dengan beberapa teman-teman sekelasku.
            “Johan nembak lo lagi ya Cha?”Tanya Mala sambil tersenyum menggodaku.
            “Iya Mal, dan lagi-lagi, gue nolak dia.”
            “Ah lo Cha!Apa sih kurangnya Johan Cha, gue yakin lo sebenernya juga suka sama dia, Cuma lo takut aja ngejalanin cinta yang baru lagi. Move on Cha! Move on! Udah nggak zamannya masa lalu ngiket kita!”
Aku hanya tersenyum geli melihat antusias Mala dalam mengucapkan kalimat barusan.Dia tidak tahu bahwa ada seseorang di luar sana yang kini mulai mengaktifkan debaran cintaku kembali.
            “Oh iya Cha, gue minta passworde-mail kepanitiaan dong. Ada list sponsor yang harus diurusin nih. Cuma lo kan yang megang passwordnya?”, Tanya Mala dengan sedikit tergesa-gesa.
            “Iya, sekalian deh lo urusin sisa sponsorship yang di catetan gue nih!” aku merogoh kantongku dan tas kecil yang aku pakai untuk mencari buku catatanku.
Tidak ada! Aku mulai panik dan membongkar seluruh isi tasku.
“Gawat, buku catetan gue ilang Mal! Kayaknya jatoh deh pas tadi gue desak-desakan di kerumunan orang-orang”
“Ya ampun Cha, itukan penting banget.Terus gimana dong, pihak sponsor minta maksimal lusa kita sudah harus balas e-mail dari mereka.”Mala mulai ikut merasakan kepanikanku.
“Iya Mal gue tau. Oke oke, gue cari dulu ya di tengah-tengah sana, siapa tau ketemu.” Kataku berusaha menenangkan Mala.
            “Icha ya?” suara berat seorang pria memaksaku untuk menoleh ke arahnya, pria yang tadi menatapku secara tak biasa.
            “Saya?” tanyaku heran.Darimana orang ini tau namaku?, tanyaku dalam hati.
            “Nyari ini ya?” pria itu menyodorkan buku kecil bergambar Hello Kitty. Buku catatanku!“Tadi jatuh pas lo lewatin kerumunan. Lain kali hati – hati ya,” ujarnya lebih lembut sembari tersenyum.
***
Gadis itu melangkah meninggalkan pria tampan yang tadi berbincang dengannya.Tanpa disadari aku pun melangkah dari tempatku berdiri.Dengan sendirinya kakiku bergerak mengikuti arah gadis itu pergi, tak jauh dari tempatku semula, gadis itu menjatuhkan sebuah buku kecil.Aku memungut buku itu.Buku kecil bergambar Hello Kitty.Sepertinya gadis itu tidak sadar sudah menjatuhkan buku ini.Aku tersenyum geli memikirkan buku yang lebih cocok untuk adikku yang masih SD ini ternyata dimiliki oleh seorang gadis cantik yang seumuran denganku.Mataku menyapu kerumunan orang banyak.Kemana gadis itu pergi?tanyaku lebih kepada diri sendiri.
“Chris ke tenda panitia yuk, ketemu Icha disana,” tetiba Rexy mengajakku untuk bertandang ke tenda panitia pelaksana, dan menyebutkan nama perempuan yang kini menarik minatku.
Kehadiranku dan Rexy tidak disadari oleh sang ketua pelaksana festival musik ini, dia terlihat kalut sembari merogoh – rogoh isi tasnya mencari sesuatu.
“Icha ya?” suaraku agak tercekat ketika memanggil nama gadis itu. Lantas gadis itu tersentak dan menoleh kepadaku.
            “Saya?” gadis itu bertanya dengan wajah heran.Gadis itu pasti bingung bagaimana aku bisa mengetahui namanya.
            “Nyari ini ya?” aku menyodorkan buku kecil bergambar Hello Kitty yang tadi dijatuhkannya.“Tadi jatuh pas lo lewatin kerumunan. Lain kali hati – hati ya,” aku kontan tersenyum memandangi wajahnya yang langsung berseri mendapati buku catatannya yang sempat hilang.
            “Iya buku gue! Thanks yah,” gadis itu segera mengambil buku catatannya dari tanganku dengan senyum yang ceria di wajahnya. Darahku berdesir, Aku bahkan sempat menahan nafas ketika tangannya tak sengaja menyentuh jari-jemariku.
            Aku terpaku dan kaku di hadapan gadis ini.Jelas cinta pandang pertama itu ada dan nyata. Saat ini jelas, gadis di depanku ini merenggut segala perasaan cintaku, dan aku tidak akan memakan waktu lama lagi untuk memberanikan diri memperjuangkan apa yang cintaku inginkan. “Gue Chris, salam kenal Cha,” aku mengulurkan tangan, dan menjabat halus tangannya.
***
2 Tahun Kemudian
“Mbak Icha, tolong agak miring ke kanan sedikit badannya.” Fotografer mencoba mengarahkan gayaku.Aku memiringkan badanku sedikit ke arah kanan sampai menyentuh lengan pria yang ada di sampingku. Pria itu Christian. Pria yang cukup dengan tatapan tak biasanya,  kembali menghidupkan debaran cinta di jantungku. Aku menatap wajah pria itu. Pria itu tersenyum manis kepadaku.Sambil membetulkan tali topi togaku, ia merangkul mesra diriku.
“Oke, lihat ke arah kamera ya.Satu, dua, tiga.Cheers!”
“Terima kasih sudah menyelamatkan rasa yang hampir tenggelam, dengan hadir dalam hidupku membawa penawar bagi harap yang kian pudar.”
-Viva Fielicha Stania

Blogspot vs Wordpress


Siapa yang tidak kenal 2 penyedia layanan gratis di jagat maya untuk membuat blog, Blogspot dan wordpress. Yang akan diulas di sini adalah perbandingan yang diberikan oleh blogpsot.com dan wordpress.com dalam memberikan fitur yang menjadi standar atau default kepada mereka yang menjadi member di subdomain mereka. Urutan perbandingan tidak mengambarkan prioritas dan kronologis. Berikut adalah perbandingannya : Pada blogspot kamu bisa memilih dan mengganti template sesuka hati baik template yang disediakan ataupun upload dari luar sementara wordpress hanya bisa memilih template dari template yang disediakan saja. Wordpress lebih gampang dalam hal memberikan komentar karena hanya memerlukan satu klik saja, blogspot agak ribet setidaknya ada 2 kali klik Blog pada blogspot dapat dijadikan ladang bisnis dengan penempatan iklan tidak terbatas dari mana saja, sementara wordpress sulit dikomersilkan terutama karena larangan memasang iklan dari google adsense wordpress lebih cocok sebagai blog komunitas atau yang sejenis karena lebih user friendly Wordpress memberikan plugin bawaan Askimet yang bisa menjaring comment spam secara otomatis, sementara blogpsot moderasi komentar dilakukan manual oleh blogger. Postingan pada blogspot dapat dikirim lewat email Blog pada blogspot lebih cepat di-index oleh mesin pencari khususnya Google dan biasanya cepat berada pada urutan teratas hasil pencarian Blogspot berada di bawah naungan raksasa internet dunia Google, Inc sehingga dirasakan lebih aman dan memiliki nilai lebih daripada wordpress Blogspot dapat menerima berbagai macam widget atau plugin dengan penempatan yang mudah seperti video dari Youtube, slideshow, polling, dan script-script HTML/javascript lainnya Wordpress memberikan fitur statistik internal walau dirasa kurang memadai Wordpress mengeluarkan versi CMS nya secara gratis sehingga bisa dipakai untuk blog atau situs dengan domain sendiri, sementara blogspot belum Wordpress dapat mengimport postingan yang ada pada Blogspot sebaliknya Blogspot tidak bisa mengimport postingan yang ada pada Wordpress. Blogger menyediakan menu Drag & Drop yang mudah untuk digunakan, sedangkan Wordpress sulit Drag and Drop edit element halaman. Wordpress lebih unggul dalam kasus menanggulangi spam karena telah dilengkapi dengan plugin anti spam, Sedangkan pada Blogspot dapat dilakukan dengan moderation order dari commenting systemnya. Apabila Anda telah mempunyai domain dan hosting sendiri software Wordpress telah tersedia dan siap diinstall di cpanel Anda. Sedangkan pada Blogspot tidak tersedia di sana. Tetapi Anda juga bisa menggunakan domain Anda dan hosting pada Blogspot Nah demikianlah perbandingan antara "Wordpress" dn "Blogspot" yang dapat saya sajikan. Anda pilih yang mana ? Pilihan ada di tangan anda...  

Winamp vs Windows Media Player


Alasan kedua program ini layak dijadikan sebagai bahan perbandingan adalah karena kedua program ini secara umum memiliki banyak kesamaan namun jika diteliti lebih lagi, kedua program ini memiliki keunggulan yang berbeda. Berikut adalah beberapa kesamaan yang dimiliki oleh winamp dan windows media player :
Ø  Keduanya sama-sama gratis didownload walaupun untuk winamp kita harus membayar sedikit lebih banyak untuk mendapat pelayanan ekstra.
Ø  Semuanya dapat menampilkan album art tiap lagu jika tersedia.
Ø  Tidak ada yang bisa memutar berulang kali 1 lagu secara simultan jika kita memilih lagu yang sudah terdapat di dalam playlist.

Apa yang dimaksud dengan “Winamp”???
Winamp adalah media player untuk Windows based PC dan perangkat Android, sekarang sebuah anak perusahaan dari AOL. Ini adalah milik freeware / shareware, multi-format, extensible dengan plug-in dan kulit, dan terkenal karena visualisasi grafis bunyinya, playlist, dan perpustakaan fitur media. Winamp dikembangkan oleh Amerika programmer Justin Frankel dan Rusia programmer Dmitry Boldyrev sedangkan kedua adalah mahasiswa di Universitas Utah pada tahun 1997, dan popularitas tumbuh cepat.
Winamp pertama kali dirilis pada tahun 1997, ketika Justin Frankel dan Dmitry Boldyrev terintegrasi mereka Windows antarmuka pengguna dengan Advanced Multimedia Products " AMP (MP3 Teknologi) "mesin MP3 playback file. The WinAmp minimalis 0.20a dirilis sebagai freeware pada 21 April 1997. menubar Itu hanya antarmuka berjendela menunjukkan hanya bermain stop, pause, dan fungsi Batalkan jeda. Sebuah file yang ditentukan pada baris perintah atau turun ke ikon akan dimainkan.

Apa yang dimaksud dengan Windows Media Player?
Windows Media Player (disingkat WMP) adalah media digital dan pemutar media perpustakaan aplikasi yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan untuk memutar audio, video dan gambar pada komputer yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows, juga di Pocket PC dan Windows Mobile - berdasarkan perangkat. Edisi Windows Media Player juga dirilis untuk Mac OS, Mac OS X dan Solaris, tetapi perkembangan ini telah telah dihentikan. 
            Selain menjadi media player, Windows Media Player mencakup kemampuan untuk rip musik dari musik untuk menyalin dan kompak disk, CD audio dalam membangun discs merekam dan menyinkronkan dengan konten digital audio player (MP3 player) atau perangkat mobile lainnya, dan memungkinkan pengguna untuk membeli atau menyewakan musik dari sejumlah toko musik online. Windows Media Player menggantikan aplikasi sebelumnya bernama Media Player, menambahkan fitur di luar video sederhana atau pemutaran audio.

Keunggulan Winamp
1.Winamp’s scroll handle selalu keci, bahkan kita hanya perlu menarik satu baris lebih atas atau ke bawah, atau satu karakter ke kiri atau ke kanan.
2.  Winamp memiliki “Fitur Dynamic Song Rekomendasi Play List” yang memungkinkan kita untuk memutar lagu yang sama di “perpustakaan atau library” untuk melacak lagu tertentu.
3.  Winamp memiliki fitur multi-channel surround dukungan MP3.
4.  Walaupun setiap player memiliki qwualiser sehingga pengguna dapat dengan mudah menyesuaikan bass, Winamp memmungkinkan kita untuk lebih mudah ‘menarik’ kurvanya.
5.  Kecepatan ripping CD (extract file audio CD)  yang lebih cepat.
6.  Lisensi penggunaan enkoder AAC/MP4 yang maksimal. Jadi file yang di rip bisa diconvert ke MP4/AAC (bukan hanya MP3 saja).
7.  Tombol-tombol yang ada di winamp sangat mudah dimengerti dan tampilannya yang sederhana.
8.  Winamp sudah menjadi program yang sangat terkenal sehingga bisa dikatakan bahwa hampir semua orang yang menginstall window pernah juga menginstall winamp. Akibatnya seringkali orang yang telah terbiasa menggunakan winamp enggan untuk pindah ke software lainnya.
9.  Skinnya bisa kita ganti dengan leluasa. Untuk mencari skinnya di internet sangat mudah. Bahkan ada program untuk membuat skin winamp seperti Winamp Skin Maker.
10.  Kita bisa dengan mudah mengatur file yang akan dimainkan dengan bantuan playlist editor.
11. Kita bisa mengatur efek-efek suara lewat equalizer.
12.Pluginnya bisa ditambah. Saat ini yang terkenal adalah DFX dan WOW-Thing yang mempercantik tampilan winamp dan menambah efek-efek suara.
Keunggulan Windows Media Player
1.  WMP memiliki gaya seperti explorer (track Back) yang memudahkan pengguna dalam menyusun play list.
2.  Memiliki fitur “Trubass” dan “WOW” yang berfungsi untuk mengatur intensitas bass dan mengatur pembagian audio stereo.
3.WMP memiliki cara yang menarik dalam menampilkan library utamanya.
4.WMP mempunyai fasilitas untuk menampilkan kemampuan video secara maksimal.
5.Lirik dan teks bisa ditampilkan jika memang telah disediakan oleh lagu yang bersangkutan.
6.Disertakan secara cuma-cuma di dalam window.

Kelemahan Winamp
·         Winamp tidak memungkinkan tingkat volume suara yang akan disesuaikan agar semua lagu yang kira-kira sebagai psychoacoustic dengan volume yang sama karena Winamp tidak men-scan lagu untuk mendapatkan data yang di volume.
·         Perusahaan Secunia dan sejumlah perusahaan keamanan lainnya menemukan celah kelemahan winamp yang digolongkan “sangat kritis” yaitu pada winamp versi 5.12 terdapat lubang keamanan dan bisa digunakan untuk mengendalikan komputer pengguna winamp dari jarak jauh. Celah kelemahan itu bisa dieksploitasi ketika pengguna Winamp mengunjungi situs Web berbahaya, saat itu juga sebuah file media berbahaya disisipkan ke komputer. Jenis serangan yang mungkin terjadi adalah pengambialihan kendali komputer. Secunia mendapatkan informasi tentang celah keamanan itu dari AtmaCA yang membuka pintu terhadap serangan buffer overflow. Eksploitasi yang memanfaatkan lubang itu kini sudah tersedia di Internet.


Kelemahan Windows Media Player
·         WMP tidak mengizinkan mini modenya untuk tetap di atas daripada window yang lain.
·         Tidak semua format video dapat diputar.
·         Tidak komptible dengan file 3GP namun bukan berarti tidak bisa memutar file 3gp.
·         Pengaturan kurang banyak.
·         Usage memory yang cukup besar.

Kesimpulan
Dengan melihat keunggulan dan kelemahan antara Winamp dan Windows Media Player, maka menurut saya Winamp menempati urutan teratas dalam hal keunggulan dan memiliki peminat yang lebih banyak jika dibandingkan Windows Media Player. Kesimpulan saya ini juga didukung oleh survei yang dilakukan oleh forum yahoo answers bahwa sampai saat ini windows media player telah kalah bersaing dengan winamp.